Memahami Tindakan Medis Untuk Diabetes Bersama SehatQ

Tindakan Medis adalah salah satu kategori artikel kesehatan yang ada di portal SehatQ. Di aplikasi SehatQ juga ada. SehatQ adalah portal kesehatan yang dikelola profesional kesehatan. Baik dokter, ahli farmasi, juga para ahli kesehatan jiwa.

Para ahli inipun juga berasal dari berbagai spesialisasi. Misalnya, penyakit dalam, jantung, kecantikan hingga lainnya. Intinya, portal kesehatan ini terpercaya dan pantas menjadi rujukan bagi kita.

Anda tahu, yang bagus lagi, ada lebih dari 1200 jenis penyakit yang dibahas. Berbagai jenis tindakan medis. Juga berbagai jenis obat dan fungsinya. Selain itu, ada juga berbagai produk kesehatan dan juga produk kecantikan. Ada diskon. Ada juga promosi dari berbagai klink kecantikan dan kesehatan. Misalnya, paket imunisasi hemat, periksa gigi dan sebagainya.

Anda bisa menengok website SehatQ atau menginstal aplikasinya supaya tidak ketinggalan promosi murah yang ada.

Nah, kembali lagi ke Tindakan Medis untuk penderita diabetes. Tindakan medis ini merupakan pengobatan untuk penyakit kencing manis. Juga, merupakan upaya untuk mengendalikan penyakit.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena dibetes, maka perlu Tes Gula Darah. Hasilnya adalah kandungan gula dalam darah apakah aman. Apakah termasuk beresiko terkena penyakit gula, sudah terkena penyakit gula, atau tidak.

Untuk tes yang dilakukan pada pasien diabetes, tujuannya untuk dapat mengendalikan kadar gula pasien. Tentu, setelah mendapat data yang akurat. Kemudian akan dilakukan pengobatan yang sesuai.

Secara umum, memang pengobatan untuk pasien diabetes memang bukan mengobati dalam arti sebenarnya. Tetapi, lebih tepat mengendalikan kadar gula dalam darah pasien pada kadar yang normal.

Apa itu Diabetes?

Adalah penyakit meningkatnya kadar gula dalam darah pasien. Keadaan ini kronis atau berlangsung dalam jangka panjang. Untuk kadar gulanya, lebih dari 200 mg / dL saat di test darah sewaktu. Atau, test darah secara acak, kapaanpun tanpa memperhatikan kondisi pasien. Apakah setelah makan atau tidak.

Keadaan ini dipicu karena produksi insulin berkurang. Misal karena kerusakan pankreas yang memproduksi insulin. Atau, karena tubuh tidak lagi sensitif dengan insulin. Jadi, penggunaan insulin di dalam tubuh tidak maksimal.

Karenanya, kadar gula dalam darah  meningkat. Gula ini didalam tubuh bisa merusak organ jika terlalu banyak dan tidak bisa diubah menjadi energi.

Nah, sebaliknya, tubuh akan mengubah lemak dan otot untuk menjadi energi. Artinya, orang yang terkena diabetes biasanya akan menjadi kurus badannya. Disamping, ada resiko kerusakan organ tubuh karena kadar gula yang berlebih.

Jadi, ada resiko komplikasi pada penyakit diabetes. Tentunya, itu terjadi karena adanya kerusakan organ tubuh lain karena kadar gula darah yang tinggi.

Jenis diabetes

Secara umum, diabetes ada 2 jenis. Yang paling umum, sekitar 90% sd 95% penderta diabetes adalah Diabetes Tipe 2. Jenis ini adalah diabetes yang perlahan – lahan merusak tubuh.

Yang lain, adalah Diabetes Tipe 1. Tipe ini penyakitnya terjadi dengan cepat. Bisa dalam hitungan hari atau minggu.

  • Diabetes Tipe 1

Adalah jenis diabetes yang cepat terjadinya. Diabetes ini karena sistem imun tubuh menyerang organ tubuh sendiri. Termasuk menyerang pankreas. Jadi, kerusakan pankreas terjadi karena serangan imun tubuh yang tidak terkendali. Akhirnya, kadar gula darah naik karena produksi insulin menurun.

  • Diabetes Tipe 2

Untuk Diabetes Tipe 2, adalah karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akhirnya, kadar gula darah juga naik karena tidak diubah menjadi energi. Diabetes tipe 2, terjadi dalam jangka yang lebih lama. Bahkan, terkadang orang tidak sadar jika telah menderita diabetes.

Sebenarnya, ada juga kondisi Prediabetes. Kondisi ini adalah kadar gula sudah tinggi, tetapi belum terlalu tinggi untuk menjadi diabetes. Tetapi, jika gaya hidup yang kurang baik berlanjut, maka kondisi ini bisa berlanjut menjadi diabetes juga.

Faktor Resiko Diabetes Tipe 1

Ada beberapa faktor resiko untuk Diabetes Tipe 1. Yang utama adalah:

  • Faktor Genetik

Ini adalah faktor yang berpengaruh. Jika ada anggota keluarga yang menderita Diabetes Tipe 1, maka ia akan lebih beresiko.

  • Faktor Geografi

Jika tinggal di daerah yang sinar mataharinya sedikit. Maka akan kekurangan vitamin D. Dan, beresiko autoimun.

  • Usia

Penyakit ini banyak terdeteksi pada ank berusia 4 sd 7 tahun. Juga pada anak berusia 10 sd 14 tahun.

  • Faktor Pemicu Lain

Misalnya meminum susu sapi terlalu dini sebelum usia 4 bulan. Jika susu sapi mengandung Natrium Nitrat. Memiliki Ibu dengan riwayat  preeklampsia. Juga, bagi bayi yang menderita penyakit kuning saat lahir.

Faktor Resiko Diabetes Tipe 2

Ada beberapa faktor resiko untuk Diabetes Tipe 2:

  • Berat badan berlebihan

Berat badan yang tinggi. Apalagi disertai lemak di perut yang juga tinggi.

  • Jarang olahraga / kurang aktifitas fisik

  • Ada keluarga pengidap Diabetes Tipe 2

  • Faktor Ras

Ras kulit hitam, Indian Amerika, Asia – Amerika menurut penelitian mempunyai penderita diabetes lebih tinggi dibanding kulit putih.

  • Sudah pada kondisi Prediabetes

Kadar gula darah sudah termasuk tinggi. Meskipun belum menyebabkan penyakit.

  • Riwayat diabetes saat hamil

Karena perubahan hormon saat kehamilan, maka wanita bisa menderita diabetes. Tetapi hilang saat sudah melahirkan. Tetapi, hal ini kita tahu menunjukkan faktor resiko yang lebih besar terkena Diabetes Tipe 2.

  • Wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik

Ada beberapa tanda sindrom ini. Misalnya menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan. Serta mendewrita obesitas.

Gejala Diabetes

Baik Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2, menunjukkan gejala yang sama.

  • Kehausan.
  • Lebih sering buang air kecil. Terutama malam hari.
  • Lebih sering merasa lapar.
  • Berat badan menurun tanpa tahu penyebabnya.
  • Lemas¬† atau mudah merasa capek.
  • Pandangan yang kabur.
  • Luka yang darahnya tidak segera kering.
  • Sering terjadi infeksi pada kulit, saluran kemih atau gusi.

Diagnosa Diabetes

Diagnosa diabetes dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik. Hingga test darah dan / atau urine.

Pengobatan Diabetes

Untuk mengobati diabetes, biasanya dilakukan dengan hormon tertentu. Misalnya insulin. Pemberiannya dengan cara disuntikkan sekitar 3 atau 4 kali sehari.

Melakukan pola hidup sehat. Terutama berolahraga sesuai anjuran / konsultasi dengan dokter. Juga mengatur pola makan yang sesuai dengan anjuran dokter.

Ada beberapa yang biasa dilakukan secara umum.

  • Menghindari makanan yang mengandung Glukosa tinggi atau lemaknya tinggi.
  • Mengkonsumsi makanan berserat.
  • Berolahraga teratur minimal 3 jam seminggu.
  • Menurunkan berat badan dan menjaga tetap ideal.
  • Berhenti atau tidak merokok.
  • Berhenti atau tidak usah minum yang beralkohol.
  • Menjaga kesehatan dan menjaga dari luka. Terutama di kaki.
  • Memeriksa kondisi tubuh secara teratur.
  • Menggunakan obat dokter sesuai anjuran.

Cara Menghindari Diabetes

  • Untuk Diabetes Tipe 1:

Setidaknya, ada 2 cara untuk menghindari penyakit Diabetes Tipe 1.

  • Jika ada anggota keluarga mengidap diabetes tipe 1, maka perlu menjalani pengobatan intensif.
  • Test DNS untuk mengetahui apakah ada gen pembawa penyakit Diabetes Tipe 1 atau tidak.
  • Untuk Diabetes Tipe 2 :

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit diabetes tipe 2:

  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Konsumsi makanan sehat yang rendah lemak.
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat. Misalnya buah dan sayur.
  • Jangan mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan.
  • Berolahraga secara rutin serta banyak melakukan aktifitas fisik.
  • Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama dan juga tidur – tiduran. Misalnya seperti menonton TV terlalu lama.
  • Tidak merokok atau berhenti merokok.

Itulah sedikit artikel tentang diabetes. Penyakit yang Diabetes Tipe 2 ini bisa kita hindari dengan pola hidup yang sehat dan aktif secara fisik. Semoga bermanfaat dan salam sehat dan sukses selalu!

Leave a Comment